Ikan gabus
atau ikan kutuk sumber albumin. Ikan gabus (ikan kutuk) adalah sumber
albumin bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan luka baik itu
luka pasca operasi atau luka bakar dan tersayat/ lecet. Karena kandungan
albumin inilah ikan kutuk mulai dijadikan sebagai sumber makanan
alternatif dalam hal kesehatan khususnya dalam mempercepat proses
penyembuhan luka.
Secara ilmiah ikan gabus (ikan kutuk)
sebagai sumber albumin alternatif telah diangkat dalam sebuah penelitian
oleh Prof. Dr. Eddy Suprayitno MS, seorang guru besar biokimia ikan di
Fakultas Perikanan Uniersitas Brawijaya pada tahun 2003. Dalam
penelitianya yang berjudul “Albumin Ikan Gabus sebagai Makanan
Fungsional Mengatasi Permasalahan Gizi Masa Depan” beliau membahas
tuntas tentang potensi ikan gabus dalam hal kesehatan. “Dilihat dari
kandungan asam aminonya, ikan gabus memiliki struktur yang lebih lengkap
dibandingkan jenis ikan lain,” kata beliau.
Lantas, bagaimana teknis ikan gabus
berperan dalam penambahan albumin Dalam tubuh manusia, albumin (salah
satu fraksi protein) disintesis oleh hati kira-kira 100-200 mikrogram/g
jaringan hati setiap hari. Albumin didistribusikan secara vaskuler dalam
plasma dan secara ekstravaskuler dalam kulit, otot, serta beberapa
jaringan lain. “Sintesis albumin dalam sel hati dipengaruhi faktor
nutrisi. Terutama, asam amino, hormon, dan adanya satu penyakit,”
tegasnya.
